Monday, July 31, 2017

Ritual Turun Tanah



Maha Suci Allah yang menciptakan manusia untuk saling berpasangan- pasangan sehingga lahirlah si bayi kecil yang sempurna tanpa dosa. Hati siapa yang tak bahagia ketika sang buah hati adam dan hawa sudah lahir keduniaa ini. Pertaruan antara hidup dan mati seorang ibu ketika melahirkan. Pantaskah kita durhaka kepada beliau sedangkan surga kita berada dibawah kakinya, karena setiap ucapannya adalah Do'a. ''Ridho Allah terdapat pada Ridho kedua orang tua''.
Ritual turun tanah merupakan ritual yang tidak pernah lepas dari budaya warisan leluhur baik Jawa maupun Madura. Masyarakat Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep menyelenggarakan ritual turun tanah yang dihadiri oleh warga masyarakat sekitar. Untuk daerah jawa khususnya wilayah daerah Probolinggo ritual turun tanah ini sering disebut sebagai Tedak Siten. Tedak Siten berasal dari dua kata yaitu "Tedak" berarti turun dan "Siten" berarti tanah. Ritual tedak siten atau upacara turun tanah yaitu ritual adat turun tanah untuk bayi yang sudah berumur 7-8 bulan dimana tujuan dari acara ini agar si bayi kecil mampu tumbuh menjadi anak yang mandiri.
Menurut Ibu dari bayi tersebut acara ini merupakan acara penghormatan ke pada bumi tempat si kecil mulai menginjakkan kakinya ke muka bumi. Acara ini juga diiringi oleh doa-doa serta sholawat dari orang tua si bayi ataupun sanak saudara serta para warga di daerah batang-batang laok dengan harapan agar kelak si kecil bisa sukses dalam menghadapi kehidupan yang akan dijalaninnya.
Acara turun tanah ini dilakukan pada siang hari setelah sholat dhuhur sampai mendekati sholat ashar dengan serangkaian acara. Adapun susunan acara yang dilakukan yaitu acara pertama yaitu pembukaan, acara pembukaan ini dibuka dengan bacaan Al-fatihah selanjunya dilanjutkan dengan acara kedua yaitu acara pembacaan ayat suci Al-quran dilanjutkan dengan acara ketiga yaitu acara membaca sholawat yang dikuti oleh para masyarakat. Selanjutnya acara yang di tunggu- tunggu atau acara ke empat merupakan acara turun tanah dimana si bayi di turunkan ke tanah dengan disediakan nampan yang sudah berisi barang-barang. Setelah itu bayi kecil tersebut diperintah untuk mengambil bahan-bahan yang sudah tersedia di nampan yang berada di depannya. Barang-barang yang ada di dalam nampan berupa sisir, pensil, Al-Qur'an, padi, jagung, kaca, buku, bulpen, tasbih dan lain sebagainya.
Menurut kepercayaan Desa Batang-batang Laok, sisir memilki arti dia kan menjadi anak tampan, jagung memiki arti dia mampu menjadi orang yang sukses dalam berkebun serta barang terakhir tasbih memilki arti dia mampu menjadi anak yang taat terhadap ibadah. Setelah semua acara terselesaikan maka sampailah pada acara terakhir yaitu acara penutup. Acara penutup ini merupakan acara pembacaan doa-doa yang dipimpin oleh masyarakat Desa Batang-batang Laok. Dan acara turun tanah ini akhirnya selesai dan masyarakat yang di undang memperoleh kotak makan sebagai selamatan dari acara turun tanah. Sebelum pulang para undangan di pukul dengan sapu lidi dimana menurut kepercayaan dari masyarakat batang-batang yaitu bertujuan agar membuang sial pada diri kita.


0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Post a Comment