Selamat Datang

Desa Batang-batang Laok Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, August 7, 2017

Rutinitas Sholawatan dan Arisan



Masyarakat desa Batang-batang Laok memiliki rutinitas sholawatan dan arisan. Sebagian Ibu-ibu yang berada di Desa Batang-batang Laok berkumpul di masjid Assashulhidayah yang terletak di depan rumah kepala desa Batang-batang Laok, tepatnya di Dusun Jandir. Acara ini tak hanya di hadiri oleh para ibu. Namun dari anak kecil hingga dewasa pun ikut menghadiri acara tersebut. Karena mereka juga ingein mengenalkan kegiatan rutinitas ini kepada anaka-anaknya agar kelass bisa meneruskan tradisi-tradisi yang ada di Batang-Batang Laok. Acara ini biasanya diadakan setiap seminggu 2 kali  yaitu di hari ahad dan rabu. Rangkaian acara nya yaitu pembukaan, pembacaan ayat suci alquran, pembacaan sholawat diba', selanjutnya istirahat yang diisi dengan penarikan uang arisan. setelah selesai penarikan uang, selanjutnya diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh tokoh masyarakat. Pada akhir acara adalah sesi pengocokan arisan.


Saturday, August 5, 2017

Sentra Kerajinan Desa Batang-batang Laok



Nah, kali ini saya akan bercerita tentang salah satu UD hits yang ada di Desa Batang-batang Laok. UD Farida merupakan sentra kerajinan lokal yang dimiliki oleh Ibu Farida  yang terletak di Desa Batang-batang Laok, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. UD Farida membuat produknya dengan dipimpin langsung oleh Ibu Farida selaku pemilik asli dari sentra kerajinan tangan ini. Asal mula terbentuknya UD Farida ini adalah keinginan kuat dari Ibu Farida sendiri selaku pemilik untuk memanfaatkan  waktu luang sebagai ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan. Ibu Farida belajar secara otodidak dalam membuat kerajinan tangan .  Aneka kerajinan tangan yang dibuat oleh UD Farida adalah gelang, tas dan aksesoris lainnya. UD Farida  telah memasarkan produknya baik di dalam maupun di luar negeri. Pengiriman barang di dalam negeri dilakukan ke Pulau Bali yang dikirim langung ke adik dari Ibu Farida, selanjutnya dari adik Ibu Farida baru dikirim ke luar negeri. Istilahnya Ibu Farida merupakan pihak ketiga.  Ibu Farida selaku pemilik, membawahi secara langsung pembuatan kerajinan tangan yang dihasilkan dengan menyebar mandor-mandornya untuk mengajari bagaimana cara membuat kerajinan tangan ini kepada warga-warga yang bekerja untuk UD Farida. UD Farida memasarkan produknya dengan sistem pesanan, jika ada pelanggan yang memesan baru beliau akan membuat produk dengan di bantu oleh para pegawainya. Pesanan akan dikerjakan dirumah masing-masing oleh pegawainya, sistem ini diberlakukan mengingat banyak pegawai beliau yang merupakan ibu rumah tangga. Sehingga sistem seperti ini, menurut saya sangat efektif diterapkan karena tidak memberatkan para pegawainya. .

Mendengar semua cerita Ibu Farida, saya merasa bangga atas pencapaian yang diraih oleh beliau, yang awalnya hanya belajar otodidak kini telah melebarkan sayapnya bahkan sampai di luar negeri dan memiliki pegawai yang jumlahnya semakin meningkat. Dengan adanya sentra kerajinan UD Farida juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga Desa Batang-batang Laok untuk mendapatkan penhhasilan, khususnya untuk ibu rumah tangga. Tetapi dengan pencapaian ini, Ibu Farida masih belum puas, beliau ingin menjadikan kampung tempat tinggalnya sebagai kampung kerajinan dan memiliki gallery sendiri dan mengangkat nama baik Desa Batang-batang Laok. Nah itu saja cerita tentang UD Farida dan semoga bermanfaat….

Friday, August 4, 2017

Pelet Bettheng



Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, bersyukur pada Allah SWT, karena telah dikarunia buah hati. Di Desa Batang-batang Laok masih berjalan tradisi Pelet Betteng. Upacara pelet betteng adalah sebuah upacara ritual orang hamil yang ketika kandungannya menginjak usia 7 bulan dimana suami istri keluar secara bersamaan ke halaman rumah untuk dimandikan kembang dengan memakai cewok dari batok kelapa dan pegangannya memakai pohon beringin. Kemudian setelah selesai cewok tersebut dilempar keatas genting oleh mbah dukunnya, jika posisi cewok tersebut terlentang maka ada kemungkinan anaknya perempuan, tetapi jika posisinya sebaliknya, maka diyakini kalau anaknya akan lahir laki-laki. Sebenarnya upacara pelet betteng ini mirip dengan tradisi yang biasa dilaksanakan oleh beberapa tempat di nusantara ketika masa kehamilan telah mencapai usia 7 bulan. Tetapi, meskipun upacara ini sama-sama dilakukan oleh orang yang sedang hamil, tentu saja cara dan prosesi yang dilakukan berbeda-beda.
Adapun peralatan dan perlengkapan untuk upacara pelet kandhung ini antara lain :

  • Kain putih sepanjang 1½ meter untuk digunakan sebagai penutup badan sang ibu hamil ketika melaksanakan upacara dimandikan
  • Air 1 belanga besar untuk mandi
  • Bunga setaman untuk campuran air mandi pada saat upacara pemandian
  • Gayung yang terbuat dari tempurung kelapa dan gagangnya dari ranting pohon beringin yang masih ada daunnya
  • 1 butir telur ayam mentah dan 1 butir telur ayam matang dengan direbus
  • Ketan kuning yang telah masak
  • Seekor ayam muda
  • Minyak kelapa untuk digunakan mengurut dalam pijat perut
  • Kemenyan Arab
  • Setanggi
  •  Uang logam yang nantinya dicemplungkan kedalam air yang akan dipakai dalam upacara pemandian
  • Sepasang kelapa gading yang telah digambari tokoh wayang Arjuna dan Sembodro serta dibubuhi tulisan Arab atau Jawa
  • Kue procut, juadah pasar (jajanan pasar), lemeng (ketan yang dibakar dalam bambu), tettel (penganan yang terbuat dari ketan), minuman cendol, la’ang dan bunga siwalan (semacam legen), untuk makanan yang akan disajikan dalam upacara kenduri atau orasol

Tradisi Hari Jumat Legi




Prespektif budaya masyarakat di Desa Batang-batang Laok sangat kental dengan budaya Islam. hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Sumenep sangat kuat terpengaruh pusat kebudayaan Islam yang tercermin dari keberadaan Pondok-pondok Pesantren yang ada di Sumenep.

Dari latar belakang budaya, kita bisamelihat aspek budaya sosial yang terpengaruh dalam kehidupan masyarakat didala hubungannya dengan agama yang dianut misalnya Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Islam. 

Prespektif budaya masyarakat di Desa Batang-batang Laok masih sangat kental dengan budaya ketimurannya. dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. didalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Agama Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankan sangat kental dengan tradisi budaya ketimuran. 

Tradisi budaya ketimuran sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum Agama Islam masuk. hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada di masyarakat, terutama Agama Islam dipeluk masyoritass masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. salah satu contohnya adalah tradisi istighosah pada jumat legi. Menurut sebagian masyarakat, diyakini memiliki keistimewaan dan hari barokah, oleh masyarakat Batang-batang Laok dimanfaatkan untuk kegiatan Istighosah dan makan bersama. Dalam doanya, masyarakat memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam wujud istighosah. Istighosah ini biasa dilakukan malam hari, yaitu hari kamis malam atau malam jumat legi. Selanjutnya pada hari jumat paginya ada khataman Al-qur'an dari setelah shubuh hingga selesai.

Thursday, August 3, 2017

Survey Perbaikan Jalan Desa Batang-batang Laok


Desa Batang batang Laok merupakan suatu desa yang memiliki 7 Dusun yaitu Dusun Junjang, Dusun Cepor, Dusun Koplong dan Dusun Jandir, Dusun Pajagalan, Dusun Duko, dan Dusun Garincang. Kemarin pada tanggal 03 Agustus 2017 lebih tepatnya pada pukul 09.00 WIB seluruh perangkat desa termasuk bapak Kepala Desa Batang batang Laok melakukan kegiatan survey yang terletak di empat dusun yaitu di Dusun Junjang, Dusun Cepor, Dusun Koplong dan Dusun Jandir. Pada dusun tersebut dilakukan penyurveian jalan karena telah dilakukan perbaikan jalan pada ke empat dusun tersebut.

Selain bapak kepala desa dan perangkatnya juga terdapat beberapa petugas yang berasal dari kecamatan yang diikuti oleh bapak kepolisian dan perwakilan dari koramil. Pada kegiatan tersebut yang dilakukan di lokasi yaitu pemeriksaan hasil jalan yang telah jadi dan pengukuran jalan. Jenis jalan yang dibuat yaitu masih dalam bentuk belum aspal. Selain perbaikan jalan juga pembuatan drainase merupakan suatu sistem pembuangan air bersih dan air limbah dari pembuangan air bersih dan air limbah dari daerah pemukiman, industri, pertanian, badan jalan. 

Monday, July 31, 2017

Bintang di Batang-Batang Laok

Senyum, sapa dan salam mengawali perjalanan pengajar TK Al Usmani. Ruangan kelas yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar terbagi menjadi dua dalam 1 ruang kelas. Pembatas itu hanya berupa triplek yang dihiasi gambar-gambar. Ruangan itu beralaskan lantai putih tanpa ada tempat duduk untuk anak-anak TK Al Usmani. Dinding tembok putih ditempeli oleh hasil gambar adek-adek TK Al Usmani. Pemandangan yang menunjukkan potret kondisi pendidikan di Indonesia.
Saat masuk kelas,tatapan mata mereka mengisyaratkan kekosongan serta harapan yang banyak. Kertas putih itu,siap diukir dengan bekal pengalaman dan ilmu yang dimiliki. Lantunan doa mengawali pelajaran di TK Al Usmani. Berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh guru mereka jawab dengan kepolosan dan kejujuran. Pertanyaan kecil seperti apakah hari ini berangkat ke sekolah tanpa diantarkan oleh orang tua mereka. Mereka menjawab seadanya tanpa rasa malu bahwa masih di antarkan orang tua dan bahkan masih ada yang di gendong oleh orang tua mereka. Maklum saja, disini orang tua mengantarkan anak mereka di sebabkan berbagai faktor salah satunya jarak sekolah yang terlalu jauh dan jalan yang becek saat hujan datang. Akhir-akhir ini jalan menuju sekolah mulai diperbaiki. Masyarakat saling gotong royong dan saling membantu dalam perbaikan jalan.
Sistem pengajaran di TK Al Usmani terbilang sangat unik dimana setiap minggu memiliki tema yang berbeda. Misalkan minggu ini, hari senin-selasa temanya tentang bahasa Indonesia rabu-kamis temanya angka dan huruf sedangkan hari jum'at dan sabtu temanya agama. Sistem pengajaran seperti sebaiknya perlu di contoh karena anak kecil yang masih polos harus di tanam pelajaran umum dan juga pelajaran agama. Hal ini berfungsi agar adanya keseimbangan antara umun dengan tauhid. Pelajaran di mulai dari jam 8 hingga jam 09.30 WIB.

Hal yang membanggakan dari TK Al Usmani yaitu antusias adek-adek untuk mengikuti pelajaran. Tidak peduli dengan ruangan yang sangat sempit. Hal ini dibuktikan dengan cepat tangkapnya mereka terhadap pelajaran yang diberikan oleh guru. Suara sorak "hore" selalu terlontar dari bibir mungil mereka. Harapan dan Impian pasti akan menjadi nyata dengan adanya TK Al Usmani. Bintang pun akan bersinar dan adek-adek Al Usmani akan menjadi sosok pemimpin yang bisa di banggakan .

Potensi Siwalan Batang-batang Laok


Buah siwalan adalah buah yang dihasilkan oleh tumbuhan semacam palem yang biasa tumbuh di daerah kering seperti di pesisir jawa. Tumbuhan siwalan mempunyai nama lain pohon lontar. Di daerah sumenep Madura, sebutan lain untuk siwalan yaitu ta’al.
Senin, 24 juli 2017.  Desa Batang-batang Laok terkenal dengan siwalan yang melimpah. Oleh karena itu, siwalan dimanfaatkan sebagai produk unggulan agar siwalan tersebut dapat diolah dengan berbagai variasi makanan seperti es krim dan permen. Selain disukai anak-anak, permen dan es krim memiliki banyak khasiat. Di Dusun Jandir, Desa Batang-batang Laok, buah siwalan memang sangat melimpah, jika memasuki kawasan Batang-batang Laok akan ditemui banyak pohon siwalan di sepanjang jalan.
Kakek yang akrab dipanggil Noman tersebut sangat lincah dalam memanjat pohon siwalan yang amat besar dan tinggi. Dengan usiannya yg amat tua tersebut, kelincahan beliau membuat orang kagum. Semangatnya yang luar biasa dalam mencari nafkah buat keluarga sangat tinggi. Dalam sekejap beliau sudah sampai di atas, entah dengan trik yang seperti apa yang digunakan beliau.
Harga siwalan per bungkus 1250 rupiah. Menurut beliau,  Harga siwalan disana dijual murah karena disana merupakan tempat siwalan. Harga siwalan disini memang sangat murah, karena selain banyak ditemui di semua kawasan Batang-batang Laok, warga setempat menjualnya ke tengkulak sehingga ia hanya mengambil keuntungan beberapa saja.

Seperti halnya pohon kelapa, selain dapat dimanfaatkan buahnya, juga dapat dimanfaatkan air legennya sebagai pelepas dahaga. Khasiatnya legen siwalan tersebut salah satunnya memperbaiki fungsi ginjal dan mencegah impotensi.  Buah siwalan tersebut sangat memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti kandungan karbohidrat yang tinggi, sehingga buah tersebut cocok bagi yang menjalankan program diet. Sedangkan, untuk daun siwalannya tersebut bia digunakan untuk kerajinan seperti tikar. Ada juga yang menjual daun siwalan kering hingga ke Bali. 


Ritual Turun Tanah



Maha Suci Allah yang menciptakan manusia untuk saling berpasangan- pasangan sehingga lahirlah si bayi kecil yang sempurna tanpa dosa. Hati siapa yang tak bahagia ketika sang buah hati adam dan hawa sudah lahir keduniaa ini. Pertaruan antara hidup dan mati seorang ibu ketika melahirkan. Pantaskah kita durhaka kepada beliau sedangkan surga kita berada dibawah kakinya, karena setiap ucapannya adalah Do'a. ''Ridho Allah terdapat pada Ridho kedua orang tua''.
Ritual turun tanah merupakan ritual yang tidak pernah lepas dari budaya warisan leluhur baik Jawa maupun Madura. Masyarakat Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep menyelenggarakan ritual turun tanah yang dihadiri oleh warga masyarakat sekitar. Untuk daerah jawa khususnya wilayah daerah Probolinggo ritual turun tanah ini sering disebut sebagai Tedak Siten. Tedak Siten berasal dari dua kata yaitu "Tedak" berarti turun dan "Siten" berarti tanah. Ritual tedak siten atau upacara turun tanah yaitu ritual adat turun tanah untuk bayi yang sudah berumur 7-8 bulan dimana tujuan dari acara ini agar si bayi kecil mampu tumbuh menjadi anak yang mandiri.
Menurut Ibu dari bayi tersebut acara ini merupakan acara penghormatan ke pada bumi tempat si kecil mulai menginjakkan kakinya ke muka bumi. Acara ini juga diiringi oleh doa-doa serta sholawat dari orang tua si bayi ataupun sanak saudara serta para warga di daerah batang-batang laok dengan harapan agar kelak si kecil bisa sukses dalam menghadapi kehidupan yang akan dijalaninnya.
Acara turun tanah ini dilakukan pada siang hari setelah sholat dhuhur sampai mendekati sholat ashar dengan serangkaian acara. Adapun susunan acara yang dilakukan yaitu acara pertama yaitu pembukaan, acara pembukaan ini dibuka dengan bacaan Al-fatihah selanjunya dilanjutkan dengan acara kedua yaitu acara pembacaan ayat suci Al-quran dilanjutkan dengan acara ketiga yaitu acara membaca sholawat yang dikuti oleh para masyarakat. Selanjutnya acara yang di tunggu- tunggu atau acara ke empat merupakan acara turun tanah dimana si bayi di turunkan ke tanah dengan disediakan nampan yang sudah berisi barang-barang. Setelah itu bayi kecil tersebut diperintah untuk mengambil bahan-bahan yang sudah tersedia di nampan yang berada di depannya. Barang-barang yang ada di dalam nampan berupa sisir, pensil, Al-Qur'an, padi, jagung, kaca, buku, bulpen, tasbih dan lain sebagainya.
Menurut kepercayaan Desa Batang-batang Laok, sisir memilki arti dia kan menjadi anak tampan, jagung memiki arti dia mampu menjadi orang yang sukses dalam berkebun serta barang terakhir tasbih memilki arti dia mampu menjadi anak yang taat terhadap ibadah. Setelah semua acara terselesaikan maka sampailah pada acara terakhir yaitu acara penutup. Acara penutup ini merupakan acara pembacaan doa-doa yang dipimpin oleh masyarakat Desa Batang-batang Laok. Dan acara turun tanah ini akhirnya selesai dan masyarakat yang di undang memperoleh kotak makan sebagai selamatan dari acara turun tanah. Sebelum pulang para undangan di pukul dengan sapu lidi dimana menurut kepercayaan dari masyarakat batang-batang yaitu bertujuan agar membuang sial pada diri kita.


Wednesday, July 26, 2017

Pelepasan Pasung Jiwa



Di beberapa daerah di Indonesia, pasung masih digunakan sebagai alat untuk menangani klien gangguan jiwa di rumah. Saat ini, masih banyak klien gangguan jiwa yang di diskriminasikan haknya baik oleh keluarga maupun masyarakat sekitar melalui pemasungan. Hal ini masih diterapkan di Desa Batang-Batang Laok. Ada warga yang di pasung karena berbagai faktor yaitu ditinggalkan oleh istrinya, ditinggalkan keluarganya, dan lain sebagainya. Di Indonesia, kata pasung mengacu kepada pengekangan fisik atau pengurungan terhadap pelaku kejahatan, orang-orang dengan gangguan jiwa dan yang melakukan tindak kekerasan yang dianggap berbahaya (Broch, 2001, dalam Minas & Diatri, 2008). Pengekangan fisik terhadap individu dengan gangguan jiwa mempunyai riwayat yang panjang dan memilukan.
            Alasan keluarga melakukan pemasungan diantaranya
1.      Mencegah klien melakukan tindak kekerasan yang dianggap membahayakan terhadap dirinya atau orang lain
2.      Mencegah klien meninggalkan rumah dan mengganggu orang lain
3.      Mencegah klien menyakiti diri seperti bunuh diri
4.      Ketidaktahuan serta ketidakmampuan keluarga menangani klien apabila sedang kambuh. 
5.      Faktor kemiskinan dan rendahnya pendidikan keluarga merupakan salah satu penyebab pasien gangguan jiwa berat hidup terpasung
Klien gangguan jiwa merupakan kelompok masyarakat yang rentan mengalami pelanggaran HAM dan perlakuan tidak adil. Hal ini disebabkan adanya stigma, diskriminasi, pemahaman yang salah, serta belum adanya peraturan yang benar-benar melindungi mereka. Kondisi ini diperparah dengan munculnya beragam pandangan keliru atau stereotip di masyarakat sehingga karena pandangan yang salah ini masyarakat akhirnya lebih mengolok-olok penderita, menjauhinya, bahkan sampai memasung karena menganggapnya berbahaya.
Keluarga merupakan sistem pendukung utama yang dapat membantu klien dengan gangguan jiwa untuk beradaptasi dan meningkatkan kemampuannya dalam masyarakat. Jika keluarga memiliki pengaruh yang positif pada anggotanya, mereka akan mempunyai rasa dan pengakuan diri serta harga diri yang positif danmenjadi produktif sebagai anggota masyarakat. Pada kenyataannya, keluarga sering merupakan faktor pencetus timbulnya masalah kesehatan mental klien termasuk di dalamnya melakukan pengurungan atau pemasungan terhadap klien yang dianggap berbahaya sebagai akibat sikap keluarga yang tidak terapeutik terhadap klien dan kurangnya pengetahuan mengenai peran serta keluarga serta ketidak mampuan memahami klien sehingga tidak mampu mendukung dalam perawatan klien. Keluarga juga cenderung menganggap penderita gangguan jiwa sebagai beban dari segi ekonomi dan aib yang harus ditutupi dari pandangan masyarakat..

Salah satu bentuk pelanggaran hak asasi tersebut adalah masih adanya praktek  pasung yang dilakukan keluarga jika ada salah satu anggota keluarga yang mengidap gangguan jiwa. Pasung merupakan suatu tindakan memasang sebuah balok kayu pada tangan atau kaki seseorang, diikat atau dirantai lalu diasingkan pada suatu tempat tersendiri di dalam rumah ataupun di hutan

Secara tidak sadar keluarga telah memasung fisik dan hak asasi penderita hingga menambah beban mental dan penderitaannya.

Tindakan tersebut mengakibatkan orang yang terpasung tidak dapat menggerakkan anggota badannya dengan bebas sehingga terjadi atrofi.Tindakan ini sering dilakukan pada seseorang dengan gangguan jiwa bilaorang tersebut dianggap berbahaya bagi lingkungannya atau dirinya sendiri (Maramis, 2006).

Sunday, July 23, 2017

Perawatan, Panen dan Pasca Panen Tanaman Tembakau di Desa Batang-batang Laok




Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuat rokok kretek. Tamanan ini menjadi salah satu potensi hasil pertanian yang berada di Desa Batang-batang Laok karena mayoritas masyarakatnya menanam tembakau disetiap ladang. Meskipun tanaman tembakau ini dikategorikan sebagai tanaman yang sulit dalam proses budidayanya tetapi masyarakat Desa Batang-batang Laok tidak enggan akan menanam tanaman temabakau. Di Desa Batang-batang Laok ini salah satu upaya dalam pemeliharaannya adalah penyiraman. Penyiraman dilakukan dengan cara dibuat lubang yang diberi alas terpal disekitar ladang yang telah ditanami tanaman tembakau tersebut. Jika seorang petani ingin menyiram tanaman tembakau maka lubang tersebut diisi air yang berasal dari sumur atau bor. Dalam penyiraman tembakau disiram satu persatu pada satu tanaman dengan menggunakan timba. Selain penyiraman perawatan dari tanaman tembakau ini yaitu pengendalian hama. Warga Desa Batang batang Laok dalam melakukan pengendalian hama dengan cara penyemprotan pestisida ataupun herbisida untuk membasmi gulma atau tanaman penganggu.

Seorang warga mengungkapkan bahwa  “tanaman ini dipanen secara bertahap, pemetikan daun sebanyak 5-8 kali tergantung kemasakan dan jumlah daun”. Kemasakan daun tanaman tembakau ditandai dengan warna daun sudah mulai hijau kekuningan dengan sebagian ujung dan tepi daun berwarna coklat,warna tangkai daun hijau kuning keputih-putihan, posisi daun/tulang daun mendatar, dan kadang-kadang pada lembaran daun ada bintik-bintik coklat sebagai penanda bahwa daun tersebut sudah siap dipanen. Daun yang dipetik terlebih dahulu daun yang terletak pada batang yang paling bawah.
Di Desa Batang-batang Laok waktu pemanenan tanaman tembakau dilakukan pada pagi hari setelah embun menguap sampai siang hari. Apabila waktu panen turun hujan, maka daun yang cukup matang segera dipetik atau ditunda 6-8 hari supaya kadar air yang berasal dari hujan tersebut hilang sehingga tidak menyebabkan kebusukan. Salah satu warga yang sedang melakukan penyiraman tembakau di ladang mengungkapkan “Dalam penentuan waktu panen sangat penting karena pemanenan yang dilakukan sebelum dan sesudah masak, hasilnya sama buruknya”. Jika daun tembakau dipetik  sebelum waktu panen hasilnya akan menurun karena setelah kering daun akan kisut dan tulang daunnya akan melengkung sehingga permukaan daunnya tidak rata.
Pasca panen tanaman tembakau di Desa Batang batang Laok langkah awal yang dilakukan yaitu sortasi daun-daun yang terlalu muda atau daun-daun yang terlalu tua dan ikut terpanen dipisahkan. Penyusunan daun dilakukan satu lapis agar tembakau tidak rusak, baik karena tertindih maupun oleh panas yang timbul akibat proses pemeraman itu sendiri terutama bila tumpukannya terlalu banyak. Pemeraman umumnya diberi alas tikar atau anyaman bambu. Pada kondisi kering, untuk menjaga agar tembakau tidak banyak kehilangan air selama proses pemeraman berlangsung maka pada bagian atas setiap susunan daun diberi penutup daun pisang. Sedangkan pada saat basah, daun tembakau diatur tidak terlalu rapat dan sebaiknya diletakkan di atas anyaman bambu sehingga terjadi aerasi untuk pengurangan kandungan air, agar daun tembakau tidak busuk.
Setelah pemeraman dilakukan pemisahan dan penghilangan ibu tulang daun. Kemudian daun digulung dengan posisi daun yang  berwarna lebih masak di luar dan daun yang lebih muda di dalam, selanjutnya diperam lagi selama 12 jam agar daun-daun yang lebih muda berubah menjadi lebih masak hingga siap untuk dirajang. Tiap gulungan terdiri dari 15-20 lembar daun atau sekitar 500-700 gram.
Perajangan sebaiknya dilakukan pada saat menjelang matahari terbit, sehingga setelah dirajang tembakau segera dapat dikeringkan. Bila terlalu lama tenggang waktu perajangan dengan pengeringan maka dapat menurunkan mutunya karena warna tembakau menjadi kusam. Waktu perajangan dengan penjemuran yaitu 3 jam, sehingga perajangan paling awal yang masih memberikan mutu paling baik yaitu pukul 03.00 Wib.
Pengeringan rajang tembakau dilakukan pada widig yang terbuat dari anyaman bambu dengan ukuran 1 m X 2,5 m. Tembakau yang telah dirajang dicampur dengan hati-hati agar homogen, kemudian diatur lurus dengan ketebalan sekitar 1-2 cm searah panjang widig. Tembakau dalam widig diusahakan selalu tegak lurus dengan datangnya cahaya matahari dan tidak menyentuh tanah. Untuk mempercepat pengeringan dilakukan pembalikan satu kali pada sekitar pukul 11.00 Wib.
Pengemasan yang dilakukan oleh petani tembakau Desa Batang batang Laok dilakukan jika tembakau menjadi cukup lemas, kemudian digulung dengan hati-hati, dan dikemasan dengan tikar daun siwalan/lontar.  Pengemasan dilakukan terhadap tembakau dengan berat 40-50 kg yang terdiri dari mutu yang sama. Selanjutnya tembakau rajangan kering siap untuk dijual ke Pasar.

Thursday, July 20, 2017

Kunjungan KKN 37 ke Rumah Warga Batang-batang Laok



Awal dari hari ke 3. Sebuah perkenalan dengan timbulnya fajar dari timur memulai sebuah perkenalan singkat dari kkn'37 kepada masyarakat desa batang-batang laok dusun jendir. Dengan awal pejalan kaki 2 sarjana muda. Awal pertama dijalan penuh bangganya mahasiswa UTM berjalan ke samping rumah kepala desa. Dusun jendir terletak di sebelah kiri jalan dari dusun koplong Jam 07.00 semua dimulai dari tegur sapa para warga sekitar dimana semua warga dusun jendir ini memberi senyuman selamat datang pada kita kkn'37 tak sekian banyak yang ikut namun cukup meriah. Dusun jendir merupakan dusun yang amat sunyi rumah warga terletak jauh jauhan dan begitupun jalannya masih belum 1 kalipun di aspal dengan tinta hitam yang membuat kokoh para pejalan kaki disekitar. Di awal pertama kita jalan kaki sebuah gotong royong semarak warga ingin membuktikan bahwa dusun jendir akan maju dengan setitih keringat kebersamaan yang bekerja setengah hari hanya untuk membuat jalan ini semakin bagus diliat oleh beberapa mata yang akan melewati jalan ini. Tegur sapa antara kita dengan warga pun terjadi begitu panjang sampai semuanya.. Brapa lama kemudian para sarjana muda pejalan kaki ini melangkah demi sedikit sampai dimana ada brapa banyak pekerja jalan didusun jeddir tersebut. Salam ramah dari kita kkn'37 disambut dengan manis dengan para pekerja yang terutama itu merupakan bapak Haris merupakan RT sendiri dari dusun tersebut, berapa banyak lontaran pertanyaan dimulai dari kami untuk bapak Haris dengan awal pertama kopi membuka sebuah cerita dibalik indahnya dusun jeddir yang di ceritan bapak Haris. Kita disini banyak membahas siwalan. Proses pembuatan jalan. Dan proses pembuatan pupuk, dimana batu yang dibakar halus menja sebuah serbuk putih yang dijadikan plamir rumah proses ini merupakan produk khas batang-batang. Candaan penuh candaan terjadi pada waktu itu. Dimana seorang dari kami, sampai ikut serta membantu pekerja membongkar batu besar menjadi kecil. Banyak hal yang menarik diambil dari cerita bapak  dan kawan-kawannya.  Setelah brapa jam kemudian kamu meneruskan perjalan kami untuk mengunjungi warga lainnya sambil mencari dan menggali informasi tentang swilan sebuah proker dari kami. Setengah perjalan canda tawa antara pejuang sarjana dengan lainnya sangat membuka tali persaudaraan antar jurusan. Tinggkah aneh ketawa lepas membuat kunjungan kewarga ini semakin seru walaupun terik matari hampir ada di atas kepala kita. Tak lama kemudian 2 pejuang sarjana ini menghampiri sebuah rumah kake tua. Kakek itu duduk sendirian digubuk depan rumahnya. Orang batang-batang sungguh luar biasa semua warga sangat welcom kepada kita entah itu tua ataupun muda ,mereka tidak mengenal usia. Bapak itu bercerita tentang semua yang ada dalam isi dusun jeddir. Kami menyimak dan tanpa sadar kami pun tenggelam dalam cerita kakek itu. Tidak lama kita berbicara dan mengobrol bersama kake ini. Kkn'37 ini tidak lupa untuk misi yang awal pemberangkatan berkunjung kepada warga tidak lain juga mencari daun memba. Daun itu penuh manfaat untuk dijadikan obat. Tanaman itu akan digunakan untuk anak remaja masjid yang terkena penyakit gatal-gatal. Kami meminta bantuan kakek tua itu. Kakek itu denga senang hati membantu kami untuk mengambil daun mimba. Hal yang membuat kami terharu kakek rela membawa semua peralatan yang ada untuk mengambil daun mimba. Pelajaran yang kami ambil dari perjalanan singkat ini, hidup itu tidak harus mewah tapi hidup harus berguna untuk orang lain setelah itu kami pun pulang kembali posko kita rumah kepala desa .

Wednesday, July 19, 2017

Pembukaan dan Pengenalan Program Kerja KKN 37 UTM 2017 kepada Perwakilan Desa dan Warga



            Batang-batang Laok, pukul 09.00 wib kelompok KKN 37 menggadakan pembukaan dan penyambutan KKN Tematik UTM 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa yang terdiri dari bapak Haris (Kades), bapak Halili (Sekertaris), dan staf lainnya. Selain itu juga dihadiri oleh Bapak syarkawi (KADUS), Massuni (KADUS), Miskina (KADUS),  Sahyu (KADUS), Bapak Herman (KAUR), Laksono (KAUR),  Bapak Yusuf (BPD), Bapak Masyono, bapak Herman (KAUR),  perwakilah warga yaitu Bapak Moh. Alip (Ketua Karangtaruna), dan tokoh masyarakat lainnya.
            Terdapat beberapa susunan acara yang yang pertama merupakan pembukaan, kedua sambutan, penutup dan do’a. Terdapat beberapa orang yang bertugas yaitu Wahyudi sebagai Pembawa Acara, dan do’a saudara Fadil, serta beberapa perwakilan untuk menyampaikan sambutannya,  Sambutan pertama disampaikan pada koordinator desa yaitu saudari Ulfa Widia ningrum yang akrab dipanggil ulfa, dalam sabutannya saudari ulfa menyampaikan ucapan terimakasih kepada para tokoh masyarakat karena telah mau menerima kelompok kami untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau KKN di Desa Batang Batang Laok ini selain itu juga menyampaikan pemamparan program kerja yang ingin dilaksanakan kepada seluruh mayarakat Desa Batang-batang Laok. Program unggulan yang ditawarkan yaitu krupuk siwalan dan Persila Balok (permen siwalan batang-batang laok), dan terdapat 6 yaitu penggolahan  jagung menjadi es krim jagung, pembentukan kelas karakter sebagai wadah penunjang pendidikan anak, kelas binaan, penyuluhan bahaya narkoba dan penggunaan gadget, seminar kewirausahaan optimalisasi karya organisasi untuk kesejahteraan tujuan organisasi, semangat proklamasi, dan terdapat program tambahan yaitu es krim siwalan yang diterima baik oleh para masyarakat sekitar.

Kegiatan kali ini dibuka langsung oleh bapak Haris selaku Kepala desa, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwasanya semua orang harus memiliki 5 kunci dalam hidupnya yang pertama harus berani bermimpi, harus berani mencoba, harus berani berjuang, berani gagal, dan berani sukses. Dalam sambutannya juga beliau menyampaikan terimakasih bahwasaya sudah mau peduli dengan potensi alam yang ada di Batang-batang Laok. Semua kegiatan ini tidak akan berjalan lacar apabila tidak diimbangi dengan kerjasama yang baik dengan masyarakat sekitar, oleh karena itu diharapkan adanya hubunngan timbal balik yang baik antara mahasiswa KKN dan masyarakat sekitar (Rabu, 19/07/17).